Test Drive Toyota All New Hilux Terbaru 2015



Setelah peluncuran Toyota All-new Hilux di GIIAS 2015 kemarin. Rasa penasaran kami langsung muncul. Bukan soal desain yang jauh dari kesan kaku, tapi performa Hilux diatas kertas hampir tidak ada yang berubah signifikan.

Mesin berkode 2KD-FTV 2.5liter turbodiesel berteknologi VNT ternyata masih dipercayakan Toyota untuk mendorong truck pickup dengan berat keseluruhan sekitar 2,8 ton ini.

Lantas, klaim Toyota Astra Motor (TAM) bahwa All-new Hilux tidak sekedar menjual tampang keren, tapi juga menawarkan performa ketangguhan yang diinginkan konsumen saat ini, menjadi patut diuji kebenarannya.

Lintasan off-road buatan, di kawasan BSD, Serpong, Tangerang (23/8), jadi saksi bisu saat beberapa awak media mencari sensasi berkendara yang berbeda dari generasi ke-8 Hilux yang dijanjikan Toyota.


Responsif Bawah
Semakin menggebu untuk menakar janji manis All-new Hilux tersebut. Didampingi offroader Toyota, model double cabin 4X4 2.5L tipe G langsung berada dalam kemudi.

Jok tipe bucket seat sedikit menekan nafsu kami. Merasakan kenyamanan pelukannya, sambil mencermati desain dasbor yang mirip dengan milik Altis.

Tidak menunggu lama, pedal gas diinjak bersamaan mengangkat kopling, respon tenaga langsung didapat. Hanya pada kitiran 1.600-2.800 rpm, All-new Hilux sudah menghasilkan torsi 350 Nm.

Dorongan tenaga yang cepat dirasakan tersebut, ternyata karena Toyota melakukan improvement di sistem transmisi. Dimana gear ratio gigi 1 dibesarkan, dan Toyota menambahkan yang tadinya 5-speed menjadi 6-speed manual. Sementara transmisi otomatis dari 4-speed jadi 5-speed.


Stabil dan tetap Rigid
Tak terasa, diatas jalan bergelombang kecepatan hampir 60 kpj dan langsung diperintahkan melakukan hard breaking, karena ada cone di depan dan kami harus bisa menghindar.

Untungnya, teknologi rem ABS berfungsi dengan baik mengendalikan mobil bermanuver tanpa harus terbawa oleh dorongan gaya sentrifugal, yang bisa saja membawa mobil kami tetap menabrak cone.

Pickup bonnet dengan panjang total 5,335 mm ini juga nyaman menjaga penumpang di dalam. Melibas jalan gravel, tanah bergelombang dan kubangan, tidak serta merta membuat bodi limbung. Penyempurnaan suspensi lewat peningkatan stroke dan frame sasis lebih tebal 20mm menghasilkan tingkat kestabilan baik.

Maju lurus beberapa meter, kami langsung disuguhkan tanjakan dan turunan 45 derajat yang berkelok. Memanfaatkan fitur 4WD, tinggal memutar tuas ke mode L4 dan masuk gigi 1, kendaraan merayap dengan sendirinya tanpa perlu lagi menginjak gas. Tinggal mengendalikan setir dan engine brake jika itu saat turunan.

Apalagi ketika masuk di beberapa trek dengan artikulasi yang sulit, fitur rear differential lock yang bisa diaktifkan saat melaju (on the fly), membantu kami melahap medan berat dengan skill off-road yang minim. Kubangan air sedalam 50cm diklaim masih mudah dilewati Hilux terbaru ini.

Fitur lainnya seperti Hill start assist control dan Vehicle stability control, semakin membuka lebar konsumen Hilux, tidak saja selalu diidentikan dengan laki-laki jika berhadapan medan berat, tapi perempuan juga patut mencobanya.



Jauh Kesan Kaku
Ada tambahan bonus, tingkat kenyamanan dengan kekedapan kabin semakin memanjakan penumpang didalam. Belum lagi beberapa fitur infotainment dengan tata letak tombol rapi, mudah dijangkau dan solid.

Sementara soal penampilan, All-new Hilux cukup berhasil menghadirkan sebuah kendaraan pickup yang tangguh di off-road tapi juga tetap stylish di on-road.

Sayangnya, kenapa baru sekarang Toyota melakukan berbagai improvement terhadap Hilux. Di kelasnya, seperti Ford Ranger, Mitsubishi Strada Triton dan Nissan Navara sudah jauh hari membuang jauh kesan kaku dan lebih memikirkan untuk membawa sisi kenyamanan mobil passanger pada pickup mereka