Toyota Avanza Sudah Terjual 1,2 juta unit | Mobil Paling Laris di Indonesia

Toyota Grand New Avanza

Sejarah Otomotif Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kehadiran Toyota Avanza, Mobil inilah yang menjadi pembuka pasar atas kehadiran segmen mobil murah.

ADA sebuah lelucon yang sering dilontarkan masyarakat tentang populasi Avanza di jalanan. ”Kita tidak akan menang kalau balapan lawan Avanza. Baru saja kita salip, ternyata sudah ada di depan. Kita salip lagi, ternyata ada lagi Avanza di depan. Berkali-kali kita salip, selalu ada Avanza di depan,” kata Public Relation Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Rouly Sijabat kemarin (12/8).

Avanza selama ini memang produk low multipurpose vehicle (LMPV) paling laris di Indonesia. Hingga akhir 2015 atau 12 tahun sejak hadir mengaspal, mobil tersebut sudah terjual 1,2 juta unit. Populasinya bertambah karena sepanjang Januari hingga Juni tahun ini Avanza terjual 63.053 unit di Indonesia.

Avanza memang tidak pernah absen dari puncak segmen LMPV sejak diluncurkan pada 2003. Generasi pertama Toyota Avanza rilis pada 2003 berbarengan dengan kembarannya, Daihatsu Xenia. Kendati kembar secara desain, keduanya dibedakan secara kapa- dengan besaran kenaikan Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta per ekor.

Menurut Muthowif, salah satu faktor pendukung stabilnya harga adalah para feedloter atau perusahaan penggemukan sapi mengurangi membeli sapi di pasar sapi tradisional. Sebelumnya, feedloter memilih membeli sapi di pasar tradisional. Kemudian, sapi tersebut dijual ke luar Jatim karena selisih keuntungan lebih besar.

Indikasi itu berdasar informasi berbagai teman di daerah. Misalnya, di pasar sapi Malang, sudah dua hari terakhir para feedloter tidak berbelanja sapi di pasar sapi tradisional. Sebelumnya, feedloter masih berbelanja di pasar sitas mesin. Avanza saat itu dibekali mesin K3-VE 1.300 cc empat silinder, sedangkan Xenia mesin EJ-VE 1.000 cc tiga silinder.

Toyota Kijang yang awalnya diproyeksikan untuk mobil keluarga dengan harga yang terbilang terjangkau terpaksa mengalami kenaikan harga setelah krisis moneter 1998. Karena itu, Toyota lantas mengeluarkan Toyota Avanza dengan harga yang lebih terjangkau, sekitar Rp 70 juta. ”Ini membuat Avanza menjadi idola baru mobil keluarga hingga sekarang,” ungkapnya.

Tingginya persaingan di segmen kendaraan multiguna kelas bawah low MPV dengan masuknya beberapa merek baru ke segmen itu –misalnya, Suzuki Ertiga, Honda Mobilio, Nissan Evalia, dan Chevrolet Spin– membuat Avanza juga harus berbenah. ”Sudah saatnya Avanza perlu penyegaran, baik dari bentuk maupun mesin,” kata Wakil Presiden tradisional yang berdampak pada kenaikan harga dan membuat panik lantaran harga terus bergerak naik,’’ jelasnya.

Pihaknya juga mengingatkan kembali mengenai ketentuan pengiriman sapi keluar Jatim. Berdasar surat edaran dinas peternakan pada 2012, hanya sapi dengan bobot lebih dari 400 kg yang boleh dikirim keluar provinsi. Faktanya, banyak sapi dengan berat kurang dari 400 kg yang dibawa keluar. Sapi betina produktif pun dipotong dan dibawa keluar Jatim. ’’Bahkan, larangan memotong sapi bali dilanggar. Sebab, sapi bali ditengarai membawa penyakit jembrana,’’ ungkap dia. (res/c14/dio) Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Suparno Djasmin.

Toyota Grand New Veloz

Bukan hanya Avanza, Toyota juga mengubah tampilan ”adik kembarnya” Toyota Veloz menjadi lebih stylish dan irit bahan bakar. Pria yang akrab dipanggil Abong itu mengatakan, model baru tersebut bisa mendongkrak penjualan Avanza dan Veloz yang rata-rata mencapai 12.000 unit per bulan. ”Kita targetkan dengan model baru ini bisa 13.500 atau jika situasi membaik bisa 15.000 unit per bulan,” tegasnya.

Avanza memang tulang punggung Toyota. Ketika TAM berhasil meraih penjualan rata-rata 30.000 unit per bulan, 40 persennya merupakan sumbangan Avanza. Di pasar low MPV, Avanza menguasai pasar sekitar 30 persen. Berdasar data penjualan ritel TAM Januari–Juli 2015, low MPV terjual sekitar 590.000 unit. Avanza berkontribusi 170.000an unit.