Test Drive Toyota Grand New Avanza dan Grand New Veloz dengan Mesin Dual VVTi


Di Semarang para awak media mendapat kesempatan menjajal Grand New Avanza (GNA) dan Grand New Veloz (GNV) sambil mengunjungi lokasi-lokasi wisata menarik. Dipilih Semarang sebagai ‘trek uji coba’ lantaran kota Lunpia ini memiliki kontur yang unik. “Meski di pinggir laut, Semarang memiliki jalan dengan kontur yang beragam. Ada bukit-bukit hingga dapat naik turunnya, lurusnya juga ada. Jadi cocok buat ngetes,” tambah Rouli.

Toyota Grand New Avanza menyematkan mesin terbaru berkode 1NR-VE berkapasitas 1.326 cc dan 2NR-VE 1.495 cc. Kode VE diadopsi untuk menggantikan FE lantaran mesin ini diadopsi pula oleh Daihatsu Xenia. Kedua mesin ini telah mengusung teknologi dual VVT-i dan throttle by wire untuk memperoleh konsumsi BBM yang kian irit.

“Konsumsi BBM Avanza terbaru mampu lebih irit 15% untuk mesin 1.300 cc dan 20% untuk mesin 1.500 cc,” terang Kazuhiko Yamashita, Chief Enginer Grand New Avanza dan Grand New Veloz.

Untuk performa, keduanya turut meningkat. Penambahan kapasitas mesin di unit mesin 1.3 (1.298 cc menjadi 1.326 cc) berimbas pada penambahan tenaga hingga 4,5 dk menjadi 96,5 dk. Pun begitu dengan torsi maksimal 121 Nm yang telah dicapai pada 4.200 rpm.

Saat Media Test Drive Toyota Grand New Avanza (9-11/8) lalu, kami berkesempatan menguji performa Veloz 1.3 A/T sebagai tipe terbaru di lini Avanza. Impresi saat di jalan, kemampuan akselerasinya mengalami peningkatan. Begitu pun saat diajak di rute jalan menanjak, kemampuanya cukup memadai meski pengemudi perlu ‘pintar’ dalam menjaga momentum dan putaran mesin agar tetap dikisaran 4.000 rpm. Jangan sungkan untuk memindahkan posisi tuas transmisi dalam kondisi seperti ini.

Pada kesempatan berikutnya, kami pun turut mencoba pilihan mesin 1.5 bertransmisi manual 5-speed. Penerapan drive by wire dan pedal kopling yang terasa ringan saat diinjak, membuat sedikit ‘gugup’ saat pertama kali mencobanya. Perlu waktu untuk beradaptasi agar dapat mengemudi dengan halus.

Saat pengemudi telah terbiasa, kami pun mulai menganalisis perbedaan dari pendahulunya. Penerapan rasio gir serupa membuat kami menerka bahwa torsi maksimal 136 Nm yang mampu diraih lebih rendah 200 rpm, memberi dampak pada kian kuatnya gaya dorong saat berakselerasi. Tak heran bila unit tes kami kerap dapat dipindahkan ke posisi gigi 2 meski kecepatan hanya 10 km/jam tanpa ada gejala tersendat.

Perubahan pada teknologi mesin ini membuat Avanza terbaru kian bertenaga dan irit BBM. Sebuah langkah cukup cerdas untuk mempertahankan posisi Avanza sebagai kendaraan sejuta umat ini.