Mengenal Mesin Dual VVTi pada Grand New Avanza dan Grand New Veloz 2016


Toyota Grand New Avanza dan Grand New Veloz mengusung mesin baru yang dibekali teknologi mekanisme katup Dual VVT-i yang berkode 1NR (1,3 liter) dan 2NR (1,5 liter). Teknologi Dual VVT-i banyak diterapkan pada berbagai mesin.

Di tahun 1996, Toyota memperkenalkan teknologi VVT-i yang merupakan singkatan dari variable valve timing with intelligent. Teknologi ini berfungsi mengatur waktu bukaan klep (katup) yang bervariasi, melalui pengaturan komponen camshaft drive (yang dapat berupa timing belt maupun timing chain) dengan intake camshaft.

Teknologi ini tentu saja didukung tekanan oli mesin yang diaplikasikan pada actuator, untuk mengatur posisi camshaft.

Pengaturan waktu overlap saat klep exhaust mulai menutup dan klep intake mulai membuka, akan menghasilkan efisiensi bahan bakar, karena pengaturan waktu bukaan klep intake tersebut diatur sesuai kebutuhan kerja mesin.

Waktu terus bergulir dan Toyota terus mengembangkan teknologi VVT-i. Hasilnya adalah varian-varian seperti VVTL-i, VVT-iE, VVT-iW, Valvematic, dan Dual VVT-i.

Di pasar permobilan Tanah Air, beberapa tahun silam Toyota telah meramaikan segmen kendaraan roda empat melalui berbagai produk yang mengusung mesin berteknologi VVT-i.

Dan belum lama ini teknologi Dual VVT-i pun telah diaplikasikan pada beberapa produk Toyota yang dipasarkan, termasuk Camry dan Corolla Altis.

Jika pada VVT-i hanya klep intake saja yang mendapat pengaturan waktu bukaan, maka pada teknologi Dual VVT-i klep exhaust pun turut mendapat pengaturan waktu bukaan pula.

Hasilnya adalah efisiensi bahan bakar yang lebih optimal dan tentu saja semakin ramah lingkungan berkat hasil pembakaran yang lebih sempurna.


Teknologi Dual VVT-i tak terlepas dari adanya penyempurnaan intake manifold dan saluran gas buang (exhaust system), sehingga emisi dapat ditekan semaksimal mungkin, serta performa mesin pun turut meningkat.

Sebagai contoh, saat mesin berteknologi Dual VVT-i distart, maka pengaturan waktu bukaan klep (baik intake maupun exhaust) bekerja secara penuh dan langsung menyesuaikan dengan temperatur yang paling ideal.

Ketika sudah mencapai suhu kinerja mesin yang optimal, waktu bukaan klep exhaust dapat disesuaikan dengan putaran mesin.

Tentu saja waktu bukaan klep tersebut akan berbeda, sesuai dengan kondisi kerja dan beban mesin. Misalnya, saat sedang berada di kemacetan lalu-lintas maupun saat melaju di jalan bebas hambatan.

Tak mengherankan jika mesin Toyota masa kini yang menerapkan teknologi Dual VVT-i ini memiliki perfoma yang jauh lebih baik dan konsumsi bahan bakar yang semakin efisien, meskipun kapasitas mesinnya tetap sama.

Toyota senantiasa melakukan pengembangan dan kemudian menghadirkan beragam teknologi mesin yang sesuai dengan perkembangan jaman itu sendiri, dari yang konvensional hingga mesin yang sangat modern sekalipun atau bahkan baru pertama di dunia.

Perkembangan mesin di era modern saat ini mengarah kepada efisiensi bahan bakar serta ramah lingkungan namun tidak mengurangi kesenangan dalam berkendara.

Valvematic yang ada pada NAV1 – dimana Valvematic ini adalah teknologi mesin pintar yang mampu hadirkan efisiensi bahan bakar sesuai dengan putaran mesin.

Hybrid – yang tersedia tidak hanya pada Prius tapi juga tersedia di Camry sebagai satu-satunya Sedan di Indonesia yang menawarkan mesin ramah lingkungan.

Fuel Cell – terknologi terkini Toyota yang disematkan pada Mirai dengan emisi gas buang nya air atau Zero Emission.

Tidak terkecuali juga mesin Dual VVT-i yang dikembangkan sesuai dengan kondisi Indonesia.

Engine Control System
Dual VVT-i (Variable Valve Timing – intelligent)
VVT-i is adopted for intake and exhaust camshafts

Valve Mechanism
VVT-i controller are adopted on intake and exhaust sides for dual VVT-i system.
Cooling System
Thermostat with a bypass valve is located in the water inlet housing to maintain a suitable temperature in the cooling system.

Emission Control
Blow-by Gas Ventilation System
By introducing blowby gas that has a large amount of HC into the air intake and burning it again, the system attempts to enhance the emission performance.