Ekspor Toyota ke Yaman Terganggu Karena Perang


Ekspor Terganggu Perang Yaman

Perang besar yang terjadi di Yaman kini berimbas pada Exspor mobil Toyota produksi Indonesia. Akibat kondisi yang tidak memungkinkan, pengapalan beberapa jenis mobil Toyota seperti Fortuner dan Yaris terpaksa di alihkan kepelabuhan lain yang lebih aman.

"Timur Tengah merupakan pasar potensial bagi beberapa jenis mobil kami. Kami berharap konflik itu segera di selesaikan supaya arus Exspor tidak terganggu" Ujar Vice President Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Suparno Djasmin disela pemberian dua unit Toyota Vios di Fakultas Teknik Universitas Indonesia UI kemarin Rabu 22 April 2015

Suparno menyatakan, bukan hanya perang yang bisa mengakibatkan pasar Exspor otomotif terganggu namun beberapa faktor lain seperti penurunan harga minyak mentah dunia serta anjloknya harga komuditas. "Kondisi Global ini juga merembet pasar domestik yang memang sedang berat, makanya di kuartal pertama tahun ini, penjualan turun 14-15 persen, Tuturnya.

Pihaknya berharap penjualan di semester kedua tahun ini bisa membaik. Sebab Pemerintah mulai menggelontorkan dana pembangunan infrastruktur dalam jumlah yang sangat besar. "Peru waktu dikucurkan. Perkiraan saya semseter pertama mulai jalan sehingga merangsang ekonumi nasional. Pasar otomotif pasti agak mendingan" ungkapnya.

Direktur Logistic Toyota Manufacturing Indonesia (TMMIN) Edword Otto Kanter Kanter mengakui pegiriman exspor mobil utuh (completely built up/CBU) ke Timur Tengah ikut terganggu karena perang yang terjadi di Yaman saat ini.

Toyota Indonesia selama ini mengexspor Kijang Innova, Fortuner, Vios, Yaris, dan Avanza ke Timur Tengah. Khusus ke Yaman dua model kendaraan yang di pasarkan yaitu Fortuner dan Yaris.