Sebanyak 701 Ribu Toyota Made in Indonesia Laku di Luar Negeri


20 Januari 2015
Tak hanya fokus dalam memenuhi produksi dalam negeri, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) juga mengirim produk mereka ke sejumlah negara di luar negeri.

Pada 2014, TMMIN mengumumkan bahwa ekspor tahun lalu melampaui angka 30 persen, yang mencapai 160 ribu unit, atau 35 persen lebih tinggi dari angka sebelumnya, yang mencapai 118 ribu unit di 2013.

Menurut Vice President TMMIN, Warih Andang Tjahjono, sejak 1987 Toyota telah mengekspor 701 ribu unit hingga 2014.

Warih menyatakan, bahwa saat ini persentase produksi untuk pasar ekspor di pabrik-pabrik TMMIN yang terseber di beberapa wilayah di Indonesia mendekati 50 persen, meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya.

"Meski kondisi industri otomotif nasional sepanjang 2014 tidak secerah 2013, namun secara umum kinerja TMMIN cukup menggembirakan," kata Warih saat acara media gathering di Jakarta, Senin 19 Januari 2015.

Ia juga menyatakan, tingginya jumlah produksi Toyota tak lepas berkat rancangan bussines plan dari tiga pilar, yaitu product and technology, pengembangan industri otomotif dan Corporate Social Responsibility (CSR).

Selain itu, Warih juga menuturkan bahwa di 2014, ekspor Toyota meningkat 500 persen dalam jangka waktu lima tahun. Dimana sebelumnya pada 2009, ekspor Toyota mencapai 31 ribu unit.

Dari total ekspor mobil utuh Toyota 2014, penyumbang terbanyak adalah dari tipe Fortuner yang mencapai 54 ribu, disusul Avanza 37 ribu, Vios sekitar 28 ribu, lalu Innova lebih dari 15 ribu, LiteAce 14 ribu, serta beberapa gabungan dari Agya, Yaris dan Rush.

Sementara untuk ekspor terurai atau Complete Knock Down (CKD), diantaranya yaitu 42 ribu unit mesin, komponen mesin 100 ribu unit dan komponen mobil hingga 62 juta unit.

Tujuan ekspor Toyota buatan Indonesia ini meliputi sejumlah negara-negara di Asia, Amerika Latin dan juga Afrika.