Toyota Indonesia Dianugrahi Eksportir Otomotif Terbesar


8 October 2014 - Primaniyarta Award yang merupakan penghargaan tertinggi di bidang ekspor kembali disandang oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia yang diberikan langsung oleh Muhammad Lutfi kepada Presiden Komisaris TMMIN, Hiroyuki Fukui dalam pembukaan Trade Expo 2014 di JIExpo (8/10).

Tahun lalu, secara keseluruhan TMMIN berhasil mengekspor mobil dalam bentuk utuh/Complete Build-up Unit (CBU) sebesar 118.438 unit. Untuk tahun ini, sampai Agustus lalu ekspor CBU sudah mencapai 97.111 unit atau naik 24,5% dibandingkan periode yang sama pada 2013. Ekspor tersebut terdiri dari Toyota Fortuner, Innova, Vios, Yaris, Rush, Avanza, Town/Lite Ace dan Agya.


“Kami sangat senang dan bangga serta berterima kasih atas apresiasi pemerintah terhadap kinerja ekspor perusahaan. Penghargaan ini merupakan penghargaan Primaniyarta  yang kelima bagi TMMIN. Kami berharap semoga TMMIN dapat semakin meningkatkan kinerja ekspor di masa mendatang,” ucap Masahiro Nonami, Presiden Direktur TMMIN.

Disamping itu, pada periode Januari-Agustus 2014 TMMIN juga tercatat mengekspor kendaraan dalam bentuk kendaraan terurai/CKD (Completely Knock Down) sebanyak 27.800 unit atau naik 15,4% dibandingkan periode yang sama pada 2013 lalu. Ekspor komponen naik 4,1% menjadi 41.551 juta unit sedangkan ekspor mesin dalam bentuk Engine Assembly tercatat 33.988 unit dan Engine Component 63.216 unit. Dari sisi nilai, ekspor Toyota telah mencapai lebih dari USD 12 milyar sejak pengapalan perdana. Tahun 2013 lalu, Toyota mencatatkan nilai ekspor sebesar lebih dari USD 2,1 milyar.

TMMIN juga tercatat sebagai satu-satunya produsen kendaraan yang pernah mendapat penghargaan Primaniyarta. Selain berhasil meningkatkan volume ekspor kendaraan dan komponen, TMMIN juga berhasil memperluas pasarnya yang kini sudah mencapai lebih dari 70 negara di berbagai belahan dunia. Baik dari sisi volume maupun nilai, ekspor Toyota terus meningkat.

Toyota optimis dengan potensi saat ini, industri otomotif nasional akan mampu meningkatkan perannya untuk mendukung pemerintah dalam menghadapi tantangan perekonomian nasional ke depan, baik dalam menekan defisit neraca perdagangan maupun dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.