LCGC Pakai Premium, Makin Kuras Kantong



29 October, 2013
Low cost and green car (LCGC) disarankan tidak menggunakan bahan bakar minyak non subsidi. Tapi fenomena di lapangan, masih banyak konsumen LCGC menggunakan bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM), Johnny Darmawan mengatakan jika RON 88 terus digunakan akan menguras isi kantong konsumen.

“Gini gini itu sudah didesain, kadang salah tanggap. RON 92 artinya tidak bisa masuk premium,” ucap Johnny.

Johnny menjelaskan jika konsumen tetap membandel maka tanggung jawab sendiri akibatnya. Kondisi mesin LCCG bakal sering rusak sehingga butuh biaya perbaikan lebih banyak.

“Itu dampakya mereka akan banyak maintenance cost. Didesain untuk RON 90 minimum. Karena kalau dipakai BBM RON 88, Anda tahu sendiri,” ucapnya.

Menurutnya edukasi kepada konsumen LCGC sudah jelas kalau mobil dengan harga terjangkau tersebut wajib pakai BBM RON 92. Di luar itu, mesin mobil akan banyak masalah dalam waktu singkat karena penggunaan BBM yang tidak sesuai.

Toyota sendiri tidak lepas tanggung jawab dan selalu mengedukasi konsumen ketika melakukan pembelian mobil.

“Kita sudah jelaskan. Kalau kita jagain pom bensin tidak bisa juga,” imbuhnya.