LCGC belum jelas, Harga Agya belum ditentukan


Peraturan LCGC (Low Cost Green Car) yang tak kunjung rampung rupanya membuat para produsen mobil menderita. Pasalnya, program yang seyogyanya rampung pada bulan November 2012 lalu hingga kini masih belum memukan ujung pangkal. Akibatnya, para produsen mobil pun mengaku merugi.

Aturan yang digembar-gemborkan keluar pada akhir tahun 2012 tersebut bahkan tidak diketahui di mana keberadaannya sekarang. Hingga berita ini diturunkan, aturan yang konon mengatur soal bea masuk komponen mobil itu tak jua ditandatangani Presiden

Kepastian akan keberadaan draft aturan tersebut jelas penting bagi pelaku industri otomotif. Bukan apa-apa, produsen harus menanggung malu kepada konsumen lantaran mobil murah milik mereka belum juga bisa diproduksi padahal Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sudah mereka dapatkan.

Ambil contoh, Toyota Agya. Konsumen sudah terlanjur jatuh hati dengan mobil Toyota Agya yang dipersiapkan Toyota untuk segmen mobil LCGC. Mobil ini sudah diperkenalkan sejak September 2012 lalu, dan kini sudah banyak yang memesannya melalui pre-order.

Tak tanggung-tanggung, konsumen yang sudah melakukan pre-order Toyota Agya berjumlah 15.000 unit. Meskipun Auto 2000 sudah tidak membuka pre-order sejak Januari lalu, namun kata Jodjana, masih saja ada konsumen yang memaksa ingin melakukan pre-order. "Mereka berharap bisa beli Agya dengan alasan harganya yang murah.


Aturan yang nantinya akan berbentuk Peraturan Presiden (Perpres) yang berisikan tentang kebijakan insentif berupa penghapusan Pajak Penambahan nilai Barang Mewah (PPnBM) ini memang misteri. MS Hidayat, Menteri Perindustrian menyatakan bahwa rumusan tentang regulasi LCGC tinggal menunggu tanda tangan presiden. Setelah disetujui DPR, rumusan tersebut dibawa ke Kementerian Keuangan. Draft tersebut, berdasarkan keterangan dari Kementerian Keuangan sudah dikirim ke Sekretariat Negara.

sumber